Selasa, 23 Februari 2016

Cara Muhammad Rasulullah Dalam Menyampaikan Akhlak

Cara Nabi Muhammad Rasulullah SAW dalam menyempurnakan akhlak kepada umatnya yaitu dengan cara memberikan Contoh bukan memerintah, beliu menerapkan akhlakul karimah terlebih dahulu pada dirinya sehingga orang-orang di sekelilingnya mau mengikutinya.


Rasulullah SAW  Brsabda:
"sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak" (H.R. Baihaqi dan Hakim)

Apa yang disabdakannya terlah di praktekkan terlebih dahulu sehingga menjadi suri tauladan yang baik bagi umatnya sebagaimana firman Allah SWT;

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS.AL-AHZAB:21)

Namun berbeda dengan keadaan saat ini, dapat kita lihat dari tayangan dan berita media elektronik yang mengambarkan betapa jauhnya akhlak umat islam zaman sekarang yang mengaku dirinya mencintai dan meneladani Muhammad dan utusannya semua hanya terucap dimulut saja.

Senin, 22 Februari 2016

Pemuda yang banyak melakukan dosa


Syukur kita kepada Allah yang telah mengutus Rasul terakhir yaitu Nabi kita, Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan penerangan kepada kita semua, menjadikan suatu suri tauladan yang wajib kita ikuti agar tidak melenceng dari apa yang di perintakan Allah kepada kita semua.
Untuk memperkuat iman kita, berikut sedikit riwayat seorang yang kerap melakukan Dosa mendapatkan hidayah dari Allah SWT, semoga menjadi pelajaran bagi kita semua…
 Pada zaman Rasulullah SAW ada seorang pemuda yang gemar melakukan kejahatan seperti mencuri, berjudi, meminum minuman keras dan berzina. Kegemarannya ini sudah diketahui oleh masyarakat, bahkan Rasul yang mulia pun mengetahui tabiat buruk sang pemuda.
Suatu ketika setelah semakin banyak orang memeluk Islam, pemuda itu ingin bertaubat dan mau memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu, tapi, ada suatu ganjalan dan kekhawatiran seandainya setelah memeluk islam kegemarannya itu akan dilarang oleh Muhammad Rasulullah SAW, maka ia pun setengah hati dan ragu-ragu antara ingin menemui Nabi Muhammad untuk menyatakan niatnya memeluk islam atau tidak akan menemuinya.
Namun, keinginannya untuk masuk agama islam sangat besar, apalagi ia menyaksikan para tetangganya yang telah memeluk islam hidup dalam ketentraman dan kedamaian. Si pemudapun penasaran, apalagi ketika ia mendengar dari para tetangganya itu bahwa islam itu agama yang mudah dan tidak memberatkan. Maka, ia pun bulatkan tekadnya untuk menemui Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Demikian Riwayat kisah seorang yang kerap melakukan dosa, akhirnya betobat..

Sabtu, 20 Februari 2016

Orang Munafik Kepada Allah


QS Al-Baqarah, 2: 19
Dari Abdullah Ibnu Abbas dan Abdullah Ibnu Mas’ud diceritakan bahwa ada segolongan kaum munafik yang telah masuk Islam setelah hijrahnya Rasullah saw. Keadaan mereka seperti seseorang yang terjebak dalam kegelapan. Lalu, dia berusaha mencari pencahayaan dengan menyalakan api. Akan tetapi, setiap kali dia menyalakannya, api itu padam.
Perumpamaan mereka juga seperti orang yang ditimpa hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan guruh. Orang itu pun berusaha berlindung karena takut bahaya menimpanya. Perumpamaan ini serlaras dengan tabiat mereka, yaitu suatu ketika mereka syirik, kemudian mereka beriman, kemudian kembali sesat dan kafir. Mereka berada dalam sesaaran antara halal dan haram, antara yang baik dan yang buruk.

Dua perumpamaan ini menggambarkan bahwa mereka adalah orang-orang yang akan terungkap perbuatan nifaknya. (Lubabun Nuqul: 8)

Jumat, 19 Februari 2016

Surah AL FATIHAH

AL FĀTIĤAH 
Surah ke-1 
7 Ayat. 
Makkiyyah


1.Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
2.Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3.Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
4.Pemilik hari pembalasan.
5.Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah  kami meminta pertolongan.
6.Tunjukilah  kami jalan yang lurus,
7.(yaitu) jalan  orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada  mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan)  mereka yang sesat.

Cara Muhammad Rasulullah Mendidik Anak

Mendidik anak sangatlah penting bagi orang tua, berakhlak atau tidaknya seorang anak itu diawali dari didikan orang tua, sebagai orang tua diwajibkan memberikan pendidikan tentang agama, mengenal lebih jauh tentang islam, mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan menjauhi segala larangan yang di perintahkan oleh Allah, karna itu semua akan di pertanggun jawabkan di hadapan Allah kelak, maka dari itu mari kita bersama-sama belajar khususnya diri saya dan keluarga bagaimana cara mendidik anak dari keteladanan Muhammad Rasulullah SAW.
Sungguh patut kita contoh, Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sebagai ayah begitu menginspirasi. Perilaku Nabi itu sangat kontras dengan tradisi bangsa Arab yang kaku dan keras. Nabi Muhammad menghadirkan suasana rumah dibalut kehangatan, pendidikan, kelembutan, dan cinta kasih. Sementara, orang Arab lebih mengedepankan karisma. Pada masa itu, dalam masyarakat Arab tidak biasa seorang lelaki menunjukkan kasih sayang secara terbuka kepada anak.
Ketika melihat Nabi mencium  putra-putrinya, mereka sempat heran. Aqra’ bin Habis, pemuka Bani Tamim mengaku, “Demi Allah, aku mempunyai 10 orang anak, tetapi tak satu pun kuciumi di antara mereka.” Nabi pun memandangnya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi.” Tetapi, tidak berarti Rasulullah bersikap lunak menyangkut urusan agama. Usia dini bukan hambatan untuk mengenalkan agama pada anak.
Suatu hari, ketika Nabi sedang membagi-bagikan kurma sedekah, tiba-tiba Hasan mendekat lalu memungut sebutir kurma dan menyuapnya. Dengan cepat, Nabi menahan Hasan dan mengambil kurma dari kedua rahangnya. “Apa kamu tidak tahu kita ini ahlul bait yang tidak halal makan sedekah?” kata Nabi kepada bocah itu. ( baca juga : Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW kepada Hasan dan Husain )
Sahabat dunia islam, bahkan Ketegasan dan sikap adil itu juga muncul ketika memperlakukan putri tercintanya. “Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad melakukan pencurian, niscaya kupotong tangannya,” ucap Nabi.
Pertautan Gadis kecil itu menangis terisak sambil membersihkan kotoran unta di bawah punggung ayahnya. Dikisahkan oleh Abdullah bin Masud, ketika itu Nabi tengah shalat di dekat Ka’bah. Abu Jahal dan rekan-rekannya duduk di sana.
Salah satu dari mereka berkata, “Siapa di antara kalian yang mau mengambil kotoran hewan sembelihan milik Bani Fulan untuk diletakkan di punggung Muhammad SAW saat sujud?” Uqbah bin Abu Mu’ith, orang paling celaka di antara mereka, bangkit untuk melakukan usulan tersebut. Ia kembali membawa kotoran hewan dan menunggu. Ketika Rasulullah sujud, dia letakkan kotoran itu di pundak beliau. Kaum Quraisy tertawa terbahak-bahak melihatnya.
Adalah Fatimah az- Zahra, putri kecil Muhammad, yang menangis mengetahui peristiwa itu. Ia hampiri sang ayah dan membuang kotoran dari punggung beliau. Setelah itu, barulah Rasulullah bangun dari sujud. Kedewasaan dan rasa sayang Fatimah pada Rasulullah membuatnya dijuluki `Ummu Abiha’.
Setelah kepergian Khadijah, Fatimah juga yang membantu melakukan pekerjaan di rumah Rasulullah, mengurus sang ayah, dan mencurahkan segenap kasih sayang pada beliau. Peristiwa itu sekaligus menunjukkan eratnya pertautan antara seorang anak dan ayah. Ayah yang bersikap dingin mungkin akan mendapatkan rasa segan, tapi belum tentu rasa segan itu terlahir dari kasih sayang anak-anaknya. Sikap anak pada orang tua tak lain cerminan dari sikap kita kepada orang tua kita selama ini. semoga menjadi pelajaran bagi kita.

Senin, 15 Februari 2016

Tangan yang tak akan di sentoh api nerake

Tangan yang tak akan di sentu api nerake

cerite Tauladan Rasulullah dengan si tukan Batu

di ceritekan pade mase itu Rasulullah baru belek dari tabuk, abes dari peperangan dengan bangse Romawi yang suke menebar ancaman same kaum muslimin. banyak sahabat yang ikot bersame Nabi ikot dalam peperangan ini, tak ade yang tinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan uzor.

Pade saat mendekati kote Madinah, di salah satu pojok jalan, Rasulullah ketemu dengan seorang tukang batu. ketike itu Rasulullah melihat tangan seorang tukang batu tersebot melepoh, kuletnye merah ke hitam-hitaman kayak tepanggan matahari.

Sang manusie agung itupon betanya, "kenape tangan kau kasar sekali"?

Si tukang batu menjawab, "ya Rasulullah, pekerjaan saye ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saye jual ke pasar, lalu haselny saye pakai untuk memberi nafkah keluarge saye, karena itulah tangan saye kasar."

Rasulullah lalu menggenggam tangan itu dan menciom seraya bersabde,

"Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada", inilah tangan yang tak akan pernah disentoh oleh api nerake selama-lamaknye".

Rasulullah tak pernah menciom tangan para pemimpin Quraisy, tangan para pemimpin khabilah, Raje atau siapapon. Sejarah mencatat hanye Putri Fatimah Az zahra dan tukang batu itulah yang pernah diciom Rasulullah, padahal tangan tukang batu itu telapak tanganny melepoh dan kasar,

Pade saat itu seorang laki-laki lewat di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang rajin dan tegas. para sahabat kemudia berkata, "Wahai Rasulullah, andai bekerje seperti yang dalakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah, make alangkah baiknye". Mendengar itu rasul menjawab, "klu ia bekerje untuk menghidupi anak-anaknye yang maseh kecik, make itu fi sabilillah, kalau ia bekerje untuk menghidupi kedua orang tueny yang udah lanjot usie, make itu fi sabilillah, kalau die bekerje untuk kepentingan dirinye sendiri agar tadak meminta-minta, make itu fi sabilillah." (HR Thabrani)

orang-orang yang fasif dan malas bekerje, sesungguhnye tidak menyadari bahwa mereke telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebeh jaoh mengakibatkan kehidupannye menjadi mundor. Rasulullah amat perihatin same para pemalas.

"make apabile udah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi dan careklah karunie Allah dan Ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntong."(QS. Al-Jumu'ah 10)

"dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaye kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini." QS Nuh 19-20)

"siape jak pade malam hari bersusah payah dalam mencari rezeki yang halal, malam itu ia diampuni." (HR.Ibnu Asakir dari Anas)

"siape jak pade sore hari bersusah payah dalam bekerje, maka sore itu die diampuni." (HR.Thabrani dan Ibnu Abbas)

"tak ade yang lebeh baek bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanye. dan sesungguhnye Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanye." (HR.Bukhari)

"sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ade yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat." maka para sahabat pun bertanya: "apakah yang dapat menghapusnye wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "bersusah payah dalam mencari nafkah."(HR.Bukhari)

"barang siape yang bekerje keras mencari nafkah untuk keluargenye, maka same dengan pejuang dijalan Allah "Azza Wa Jalla". (HR.Ahmad)

itulah sedikit cerite tauladan Rasulullah semoga cerite ini bise merubah kite kejalan yang lebih baik dan barokah, aaaamiin yaa rabbal a'lamin.

Kamis, 11 Februari 2016

Tauladan Rasulullah Dengan Pengemis Buta

Terdapatlah seorang pengemis Yahudi buta yang setiap hari menempati salah satu sudut pasar di Kota Madinah. Bukan cuma mengemis, Ia juga berseru kepada orang-orang yang berlalu-lalang di pasar tersebut, “Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila. Dia itu penyihir. Jika kalian mendekatinya maka kalian akan terpengaruh olehnya.”

Teriakannya yang keras tak terlewatkan oleh seorang pun yang berjalan di dekatnya. Setiap kali ada yang terdengar langkah kaki orang melewatinya, pengemis buta itu selalu mengumpat Rasulullah Muhammad SAW, dan mengatakan Muhammad adalah tukang sihir, orang gila dan sebagainya.

ahlak-nabi

Pengemis Yahudi buta itu hampir setiap hari di temani oleh seseorang di sampingnya. Orang tersebut dengan lemah lembut dan kasih sayang menyuapi pengemis yang hampir tidak pernah berhenti untuk menghina dan merendahkan Muhammad SAW. Orang tersebut hanya terdiam saat teriakan makian dan hinaan itu keluar dari mulut Yahudi buta tersebut. Ia terus menyuapi makanan ke mulut pengemis itu hingga habis.

Sampai pada suatu hari, si Pengemis Yahudi Buta tidak lagi ditemani lagi oleh orang yang menyuapinya. Kemudian datanglah orang lain yang membawakan nasi bungkus untuknya dan menawarkan diri untuk menyuapinya.

Orang lain yang menawarkan diri untuk menyuapi pengemis buta yang tidak berhenti merendahkan Muhammad SAW tersebut adalah sahabat terbaik Rasulullah, Abu Bakar Ash Shiddiq. Hati dan kepala Abu Bakar mendidih mendengar sumpah serapah pengemis Yahudi tersebut.

Namun Abu Bakar menahan diri dan berusaha dengan lemah lembut menawarkan diri untuk memberi makan kepada pengemis buta tersebut. Namun bukan rasa terimakasih yang di dapat oleh Abu Bakar, jusru penyangkalan dan hardikan keras dari pengemis tersebut.

“Kau bukan orang yang biasa memberiku makanan,” hardik si pengemis buta.

“Aku orang yang biasa,” kata Abu Bakar.

“Tidak. Kau bukan orang yang biasa ke sini untuk memberiku makanan. Apabila dia yang datang, maka tak susah tangan ini memegang dan tak susah mulutku mengunyah. Dia selalu menghaluskan terlebih dahulu makanan yang akan disuapinya ke mulutku.” Begitulah penyangkalan si pengemis buta kepada Abu Bakar.

Mendengar perkataan pengemis buta tersebut, Abu Bakar tak kuasa membendung rasa harunya. Air matanya tumpah tak tertahankan, dadanya turun naik, Beliau menangis sampai terisak-isak.

Salah satu sahabat terbaik Nabi Muhammad SAW itupun berkata, “Memang, benar, Aku bukan orang yang biasa datang membawa makanan dan memberimu suapan atas makanan itu. Aku memang tidak bisa selemah lembut orang itu.”

kisah-nabi-muhammad

“Ketahuilah bahwa Aku adalah salah satu sahabat orang yang setiap hari menyuapimu tersebut. Orang yang dulu biasa ke sini dan memberimu makan dan menyuapimu telah wafat. Aku hanya ingin melanjutkan amalan yang ditinggalkan orang tersebut, karena Aku tidak ingin melewatkan satu pun amalannya setelah kepergiannya.”

Si pengemis buta Yahudi tersebut terdiam sejenak dan bertanya kepada Abu Bakar siapa orang yang selama ini  memberinya makan dan juga menyuapinya.

“Ketahuilah, bahwa Ia adalah Muhammad, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Orang yang setiap hari kau hinakan dan kau rendahkan di depan orang banyak di pasar ini,” jawab Abu Bakar kepada pengemis buta itu.

Si pengemis Yahudi yang buta itu tertegun. Tak ada kata kata yang keluar dari mulutnya, namun tampak bibirnya bergetar. Air mata pengemis buta itu perlahan jatuh membasahi pipinya yang mulai berkeriput.

Si pengemis buta tersadar, betapa orang yang selama ini ia hinakan justru memperlakukannya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Ia justru malah merasa lebih hina dari apapun yang ada di dunia ini.

“Selama ini aku telah menghinanya, memfitnahnya, bahkan saat Muhammad ada di sampingku sedang menyuapi aku. Tapi dia tidak pernah memarahiku. Dia malah dengan sabar melembutkan makanan yang di masukkan ke dalam mulutku. Dia begitu mulia.” Kata pengemis buta dalam tangisnya.

Pada saat itu juga, Si Pengemis Yahudi buta bersaksi di hadapan Abu Bakar Ash Shiddiq, mengucapkan dua kalimat syahadat ‘La ilaha illallah. Muhammadar Rasulullah.’ Si Pengemis buta memilih memeluk Islam setelah cacian dan sumpah serapahnya kepada Muhammad SAW dibalas dengan kasih sayang oleh Nabi Akhir Zaman tersebut.

Demikianlah kisah keteladanan Rasulullah Muhammad SAW yang sebaiknya dicontoh oleh umat Beliau. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW di Hari Penghakiman kelak.. Amiin
 
Template designed by Liza Burhan